Upaya Guru Dalam Mengatasi Kenakalan Siswa Kelas Tinggi Sekolah Dasar Negri 06 Emang Bemban
DOI:
https://doi.org/10.46368/jppsd.v2i2.2133Keywords:
Upaya Guru, Kenakalan Siswa dan Bentuk-bentuk KenakalanAbstract
Abstract: This study aims to determine the teacher's efforts to deal with high grade student delinquency and to find out what are the causes of elementary school student delinquency at SDN 06 Emang Bemban. This type of research is qualitative with a descriptive qualitative method approach. The subjects in this study were the homeroom principals and students of SDN 06 Emang Bemban. Data collection techniques using non-test techniques. The instrument used is the interview sheet. The results of this study indicate that. According to the form of delinquency that is often committed by students in grades IV, V and VI at SDN 06 Emang Bemban, it is a form of minor delinquency. The forms of delinquency are: truancy, chatting/busying during class time, running from school during class time, how to dress not according to what is specified, committing bullying violations. The teacher's efforts in overcoming student delinquency are by: giving advice and warnings orally and in writing, approaching parents/guardians of students, providing a special approach to the student concerned, providing guidance and understanding to the child, building good communication with students so that students can understand what the teacher is saying and create a comfortable atmosphere. teacher obstacles in dealing with student delinquency; lack of students' own awareness of the delinquency they are doing, lack of attention from parents to students, lack of cohesiveness between teachers, parents and the school committee. In conclusion, in responding to child delinquency, we should not corner children who commit delinquency because there are many factors that influence it on the child, it could be because it fills their sadness which we do not understand or it could be that the child wants to seek attention from the people around him.
Keywords: Teacher’s efforts, Student delinquency and Forms of delinquencyÂAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam mengatasi kenakalan siswa kelas tinggi dan untuk mengetahui apa saja faktor penyebab dari kenakalan siswa sekolah dasar di SDN 06 Emang Bemban. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan metode kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah,wali kelas, dan siswa SDN 06 Emang Bemban. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik non tes.  Instrumen yang digunakan yaitu lembar wawancara.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa. Menurut bentuk kenakalan yang sering dilakukan oleh siswa kelas IV,V dan VI di SDN 06 Emang Bemban termasuk bentuk kenakalan ringan. Bentuk kenakalan tersebut adalah: membolos, ngobrol/ramai pada jam pelajaran berlangsung, lari dari sekolah pada jam pelajaran berlangsung, cara berpakaian tidak sesuai dengan yang di tentukan, melakukan pelanggaran bullying;. Upaya guru dalam menanggulangi kenakalan siswanya adalah dengan cara: memberi nasihat dan peringatan secara lisan dan tertulis, mengadakan pendekatan kepada orang tua/wali murid, memberikan pendekatan khusus kepada siswa yang bersangkutan, memberikan bimbingan dan pengertian kepada anak tersebut, membangun komunikasi yang baik dengan siswa agar siswa dapat mengerti apa yang disampaikan oleh guru dan menciptakan susasana yang nyaman. kendala guru dalam mengatasi kenakalan siswa; kurangnya kesadaran siswa sendiri terhadap kenakalan yang di lakakukannya, kurangnya perhatian orang tua terhadap siswa, kurangnya kekompakan antara guru, orang tua dan komite sekolah. Kesimpulan dalam menyikapi kenakalan anak, kita tidak boleh menyudutkan anak yang melakukan kenakalan karena banyak factor yang mempengaruhinya pada anak tersebut, bisa jadi karena mengisi kesedihannya yang tanpa kita pahami atau bisa jadi anak tersebut ingin mencari perhatian orang sekitarnya.
Kata Kunci: Upaya Guru, Kenakalan Siswa dan Bentuk-bentuk Kenakalan.
References
Ariysnti, I. Rindu. (2017). Peran Guru Dalam Mengelola Kelas Selama Proses Belajar Mengajar. 2(1), 83–100.
Rohmawti, C. (2012). Usaha Guru Untuk Mengatasi Kenakalan Anak Kelas V Sd Negeri Kilwonan 2 Universitas Muhamadiyah Surakarta.
Sarwirini. (2011). Kenakalan Anak (Juvennile Deliquency): Kesulitan dan Upaya Penanggulangannya. 4 (April 2011), 244–251.
Shinta, A. (2018). Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 6(1), 14–23.
Taufiqrianto, R. (2012). Kenakalan Remaja. Jurnal Inovasi, 9(02), 4–5.
Wahid, Surono, Agung hartoyo, Tomo djudin, Asrish Nurdini, A. (2023). Pendidikan karakter keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia peserta didik selama penerapan aturan pertemuan tatap muka terbatas di sd negeri 03 sontas. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(1), 136–143. https://doi.org/10.46368/jpd.v11i1.851
Yanah, S. (2014). Peranan Karang Tarruna Dalam Mengembangkan Kesadaran Moral Pemuda. 04(01), 30–41.