Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Indonesia Melalui Metode Bercerita Pada Siswa Kelas 2 SDN 25 Tahlut
Abstract
Abstract: This study aims to improve the Indonesian language skills of second-grade students at SDN 25 Tahlut through the storytelling method. The research employed classroom action research (CAR) involving 9 students (7 male, 2 female) in the 2025/2026 academic year. The study was conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques included speaking ability tests, observations, and documentation. The results showed an increase in students’ speaking skills, as indicated by the average score rising from 60 (60%) in Cycle I to 77.7 (77.7%) in Cycle II. This improvement demonstrates that the storytelling method is effective in enhancing vocabulary mastery, speaking fluency, confidence, and the ability to construct sentences logically.
Keywords: Speaking Ability, Storytelling Method, Indonesian
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia siswa kelas II SDN 25 Tahlut melalui metode bercerita. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek 9 siswa (7 laki-laki dan 2 perempuan) tahun ajaran 2025/2026. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berbicara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbicara siswa, ditunjukkan dengan rata-rata nilai yang meningkat dari 60 (60%) pada siklus I menjadi 77,7 (77,7%) pada siklus II. Peningkatan ini membuktikan bahwa metode bercerita efektif dalam memperkaya kosakata, meningkatkan kelancaran berbicara, membangun rasa percaya diri, serta membantu siswa menyusun kalimat secara runtut dan logis.
Kata Kunci: Kemampuan Berbicara, Metode Bercerita, Bahasa Indonesia
References
Arikunto, S. 2015. Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Fatmawati, A. 2016. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Konsep Pencemaran Lingkungan Menggunakan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah Untuk SMA Kelas X. EduSains Volume 4 Nomor 2 ISSN 2338-4397, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Di akses tanggal 14 Maret 2019
Hurlock, E. B. (2011). Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.
Kusumah, W & Dwitagama, D. 2012. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Indeks.
Lestari, S. (2017). Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Bercerita pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 6(2), 112–120.
Ningsih, T. M., Peterianus, S., & Khoiri, A. (2023). Analisis minat membaca siswa pada mata pelajaran tematik bahasa Indonesia di kelas III. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(2), 115–124.
Nurhayati, D. (2020). Metode Bercerita untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1), 55–63.
Nurhayati, S. (2018). Penerapan Metode Bercerita untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(2), 123–132.
Rahmawati, A. (2019). Penerapan Metode Bercerita untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa SD. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 4(3), 45–53.
Retyuningsih, R., Aliyah, N., & Fitri, A. W. (2023). Pengaruh permainan bisik berantai terhadap kemampuan menyimak pada anak usia 5-6 tahun. Journal on Teacher Education, 4(3), 74–84.
Siregar, A. (2018). Metode pengajaran bahasa Inggris anak usia dini. Lembaga Penelitian dan Penulisan Ilmiah AQLI. https://books.google.com/books?hl=id&lr=&id=P297DwAAQBAJ&oi=fnd&pg.
Suyatno. (2014). Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka.
Tarigan, H. G. (2015). Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.


