Komunikasi Lingkungan melalui Plang Edukatif sebagai Upaya Membangun Kesadaran Masyarakat di Desa Gelap, Lamongan
Environmental Communication through Educational Signboards as an Effort to Raise Community Awareness in Gelap Village, Lamongan
DOI:
https://doi.org/10.46368/dpkm.v6i3.5402Abstract
Abstrak
Permasalahan sampah di Desa Gelap, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan dipengaruhi oleh keterbatasan sistem pengelolaan sampah serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap dampak jangka panjang sampah bagi lingkungan. Kondisi tersebut mendorong perlunya media edukasi yang mampu menyampaikan informasi secara berkelanjutan kepada masyarakat. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program pemasangan plang edukatif berbasis kesadaran lingkungan dan sampah sebagai media komunikasi lingkungan di Desa Gelap. Program dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Kelompok 79 melalui empat tahapan, yaitu identifikasi permasalahan, penyusunan materi dan desain plang, pemasangan plang, serta dokumentasi kegiatan. Hasil observasi menunjukkan bahwa permasalahan sampah di Desa Gelap tidak hanya dipengaruhi oleh faktor struktural berupa keterbatasan sarana pengelolaan sampah, tetapi juga faktor kultural berupa rendahnya literasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Berdasarkan kondisi tersebut, dipasang delapan plang edukatif yang terdiri atas enam plang berisi pesan persuasif dan dua plang yang memuat informasi mengenai estimasi waktu dekomposisi berbagai jenis sampah berdasarkan karakteristik sampah yang paling banyak ditemukan di desa. Program ini menunjukkan bahwa plang edukatif memiliki potensi sebagai media komunikasi lingkungan yang mampu menyampaikan pesan secara berkelanjutan dan memperkuat literasi masyarakat mengenai dampak jangka panjang sampah. Keberlanjutan program memerlukan dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat dalam menjaga media edukasi yang telah dipasang.
Kata Kunci: Komunikasi Lingkungan, Pengabdian Masyarakat, Plang Edukatif, Pengelolaan Sampah, Literasi Lingkungan.
Abstract
The waste problem in Gelap Village, Laren District, Lamongan Regency is influenced by the limitations of the waste management system and low public awareness of the long-term impact of waste on the environment. This condition encourages the need for educational media that is able to convey information in a sustainable manner to the public. This article aims to describe the implementation of an educational sign installation program based on environmental awareness and waste as an environmental communication medium in the Dark Village. The program is carried out by students of the Regular Real Work Lecture (KKN) of the State Islamic University of Sunan Ampel Surabaya Group 79 through four stages, namely problem identification, preparation of materials and sign design, installation of signs, and documentation of activities. The results of the observation show that the waste problem in the Dark Village is not only influenced by structural factors in the form of limited waste management facilities, but also cultural factors in the form of low public literacy about waste management. Based on these conditions, eight educational signs were installed consisting of six signs containing persuasive messages and two signs containing information about the estimated decomposition time of various types of waste based on the characteristics of the most abundant waste found in the village. This program shows that educational signs have the potential as an environmental communication medium that is able to convey messages in a sustainable manner and strengthen public literacy about the long-term impact of waste. The sustainability of the program requires the support of the village government and community participation in maintaining the educational media that has been installed.
Keywords: Environmental Communication; Community Service; Educational Signage; Waste Management; Environmental Literacy.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Baihaqi, Elly Uzlifatul Jannah, Ahmad Angger Bagus Panuntun, Mayla Fauzia Falah, Muhammad Hijjus Samsi, Rahmatul Mufida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



