KAJIAN ETNOMATEMATIKA PADA MOTIF KAIN CORAK INSANG PONTIANAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOMETRI
DOI:
https://doi.org/10.46368/kjpm.v6i1.5279Abstract
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bangun datar pada kain corak insang batik khas Pontianak. Subjek penelitian ini adalah kain corak insang yang diproduksi di Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, serta melibatkan informan utama yaitu Ibu Kurniati selaku pendiri tempat tenun tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles & Huberman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif corak insang terutama terdiri dari bangun datar persegi panjang dan persegi. Selain mengandung konsep geometri, corak insang juga memiliki nilai budaya dan keagamaan yang tinggi, melambangkan kehidupan laut, budaya Melayu, serta nilai-nilai keislaman seperti kesabaran dan ketekunan dalam proses pembuatannya. Implikasi pendidikan dari penelitian ini adalah bahwa corak insang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika yang kontekstual dan menarik bagi siswa, khususnya dalam materi geometri, serta dapat mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dan karakter dalam proses pembelajaran.
Kata Kunci: Budaya Lokal, Pontianak, Kain Corak Insang, Keagamaan, Pembelajaran Matematika.
Abstract: This study aims to identify geometric patterns on Pontianak-style “insang” batik fabric. The subject of this study is “insang” batik fabric produced at the Khatulistiwa Weaving Tourism Village in Batulayang Village, North Pontianak District, and involves a key informant, Mrs. Kurniati, the founder of the weaving center. This study employs a descriptive qualitative method with an ethnographic approach. Data collection was conducted through direct observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis techniques used include data reduction, data presentation, and drawing conclusions (Miles & Huberman). The results of the study indicate that the “corak insang” motifs primarily consist of rectangular and square geometric shapes. In addition to incorporating geometric concepts, the “corak insang” patterns also hold significant cultural and religious value, symbolizing marine life, Malay culture, and Islamic values such as patience and perseverance in the weaving process. The educational implications of this study are that gill patterns can be utilized as a contextual and engaging medium for teaching mathematics to students, particularly in geometry, and can integrate local cultural values and character development into the learning process.
Keywords: Local Culture, Pontianak, Kain Corak Insang, Religion, Mathematics Learning.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Tri Ratna Sari, Yumi Sarassanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




